BAB
I
PENGANTAR
ISBD
A. HAKIKAT
DAN RUANG LINGKUP ISBD
1. Hakikat
dan Ruang Lingkup ISD dan IBD
ISBD
merupakan gabungan dari ISD dan IBD. ISD merupakan suatu disiplin ilmu yang
bertujuan untuk menanggapi masalah-masalah sosial, khususnya yang dihadapi
masyarakat Indonesia. Sedangkan IBD merupakan suatu disiplin ilmu yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
2. Hakikat
dan Ruang Lingkup ISBD
Pada
hakikatnya, ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu tersendiri, melainkan lebih
merupakan kajian interdispliner. Mata kuliah ini meruapkan sumber nilai dan
pedoman bagi penyelenggaraan program studi guna mengantarkan mahasiswa
memantapkan kepribadian, kepekaan sosial, kemampuan hidup bermasyarakat,
pengetahuan tentang pelestarian dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) serta
mempunyai wawasan tentang perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni
(IPTEKS).
B. ISBD
SEBAGAI MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) DAN PENDIDIKAN UMUM
1. ISBD
Merupakan Kelompok Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
MBB adalah kelompok kajian dan pelajaran
yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan
bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.
Sebagai mata kuliah yang termasuk dalam
kelompok MBB, ISBD diharapkan bisa menciptakan peserta didik yang bisa
mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam
kehidupan bermasyarakat.
2. ISBD
Sebagai Program Pendidikan Umum
Permasalahan
yang dihadapi oleh dunia pendidikan diberbagai Negara didunia adalah bahwa
proses pendidikan dewasa ini hanya mampu menciptakan para ahli yang handal,
tapi tidak melahirkan para lulusan yang memliki integritas kepribadian.
Pendidikannya cenderung hanya memahami manusia pada suatu aspek tertentu saja,
sedangkan aspek- aspek lainnya diabaikan. Pendidikan seperti ini menghasilkan
para lulusan yang pola pikir dan pola hidupnya bersifat materialistis dan berprilaku
mekanistik. Untuk memahami, mamaknai, dan mengamankan nilai-nilai karakter.
BAB
II
MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
A. HAKIKAT
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
1. Hakikat
Manusia
Manusia adalah makhluk yang luar biasa
kompleks dan sempurna yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan membekali
manusia dengan akal dan dipersiapkan untuk menerima bermacam-macam ilmu
pengetahuan dan kepandaian, sehingga manusia dapat berkreasi dan sanggup
menguasai alam dan hewan melalui proses interaksi.
2. Hakikat
Manusia Sebagai Makhluk Budaya
Manusia merupakan salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang ada dipermukaan bumi.
Artinya, manusia bukan satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan.
Akal
budi merupakan pemberian Tuhan dan sekaligus potensi dalam diri manusia yang
tidak dimiliki oleh makhluk lain.
B. APRESIASI
TERHADAP KEMANUSIAAN DAN KEBUDAYAAN
1. Apresisiasi
Terhadap Kemanusiaan
Kemanusiaan bearti sifat-sifat khas
manusia sebagai makhluk yang tinggi martabatnya dan patut untuk diberikan
apresiasi. Prinsip kemanusiaan mengandung arti adanya penghargaan dan
penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia yang luhur itu.
2. Apresisiasi
Terhadap Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari bahasa
sanskerta, yaitu Buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi dan
akal) sehingga diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan budi dan akal.
Sementara itu, Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (1964:113) mengusulkan
kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
C. ETIKA
DAN ESTETIKA BERBUDAYA
1. Etika
Dalam Berbudaya
Etika berasal dari
bahasa Yunani, yaitu “ethos” yang
artinya ajaran tentang baik dan buruk.
2. Estetika
Dalam Berbudaya
Estetika adalah ilmu
pengetahuan berdasarkan pada kegiatan dari pengamatan yang dilakukan dengan
menggunakan panca indra.
D. MEMANUSIAKAN
MANUSIA
Memanusiakan
manusia bearti perilaku manusia untuk senantiasa menghargai dan menghormati
harkat dan derajat manusia lainnya.
E. PROBLEMATIKA
KEBUDAYAAN
Kebudayaan yang dicipta kan manusia
dalam kelompok dan wilayah yang berbeda-beda menghasilkan keragaman budaya.
Perbedaan kebudayaan ini kemudian memunculkan ciri khas dari sebuah wilayah yang mungkin saja tidak
dimiliki oleh kebudayaan diwilayah lainnya.
BAB III
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL
A. HAKIKAT
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
1. Manusia
Sebagai Makhluk Individu
Manusia sebagai makhluk individu
memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa.
Seorang dikatakan manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu pada
dirinya.
2. Manusia
Sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk individu
ternyata tidak mampu hidup sendiri, tetapi senantiasa bersama dan bergantung
pada manusia lain. Menurut kodratnya, manusia adalah makhluk sosial, atau
makhluk bermasyarakat yang membutuhkan perkembangan.
3. Pentingnya
Sosialisasi Bagi Manusia Sebagai Makhluk Individu
Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai
makhluk individu, manusia tak bisa hidup sendiri. Manusia pasti sangat
membutuhkan orang lain, sehingga manunsia disebut juga sebagai makhluk sosial.
B. PERANAN
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
1. Peranan
Manusia Sebagai Makhluk Individu
Sebagai makhluk individu, manusia
berperan untuk mewujudkan hal-hal berikut :
a. Mewujudkan
harkat dan martabat yang mulia
manusia diciptakan oleh Tuhan dengan memiliki
harkat dan martabat mulia jika dinbandingkan dengan makhluk lainnya.
b. Mengupayakan
terpenuhinya hak-hak dasar sebagai manusia
Sebagai individu yang
memiliki harkat dan martabat mulia, manusia menuntut pengakuan akan adanya hak
asasi dalam dirinya.
c. Merealisasikan
segenap potensi dirinya untuk kesejahteraan hidup
Manusia diciptakan oleh
Tuhan dengan dibekali bakat atau potensi yang berbeda antara satu dengan yang
lainnya.
d. Menunut
ilmu pengetahuan, merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakamuran
dan kesejahteraan.
2. Peranan
Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Sebagai makhluk sosial,
manusia berperan untuk mewujudkan hal-hal berikut:
a. Melakukan
interaksi dan menciptakan kehidupan berkelompok.
Manusia sebagai pribadi
adalah berhakikat sosial. Manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa
bantuan dari manusia lain.
b. Menciptakan
norma yang mengatur kehidupan sosial.
Dalam kehidupan
berkelompok, jika manusia tidak mampu berbuat adil dan menjaga harkat serta
martabat manusia lainnya, akan tercipta ketidakteraturan.
c. Mengupayakan
terlaksananya kewajiban.
Jika dalam dimensi
individu, muncul hak-hak dasar manusia sebagai manusia yang bebas, maka dalam
dimensi sosial, muncul kewajiban manusia sebagai dasar untuk menghargai hak
oranng lain serta mentaati norma yang berlaku dalam masyarakat.
C. DINAMIKA
INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial merupakan faktor utama
dalam kehidupan sosial. Dalam kehiduoan sehari-hari tentunya manusia tidak
lepas dari hubungan antara satu dengan lainnya. Manusia akan selalu perlu untuk
mencari individu ataupun kelompok lainnya untuk dapat berinteraksi.
D. DILEMA
ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN
KEPENTINGAN MASYARAKAT
Dalam kehidupan bermasyarakat, pasti
akan tejadi permasalahan/ dilema antara melakukan kepentingan individu dengan
kepentingan maasyarakat. Individualisme merupakan suatu faham yang memiliki
pandangan bahwa manusia adalah makhlukk yang medeka dan bebas.
BAB IV
MANUSIA
DAN PERADABAN
A. HAKIKAT
PERADABAN
Peradaban berasal dari kata “adab” yang artinya akhlak, kesopanan,
kehalusan budi pekerti, atau yang menunjukkan pada sifat yang tinggi dan mulia.
Peradaban memilki hubungan yanng erat dengan “budaya” atau “ kebudayaan”. Hasil
atau produk kebudayaan ini lah yang menghasilkan peradaban (Herimanto dan
Winarno, 2010:64).
Peradaban dapat juga digunakan dalam
konteks luas untuk merujuk pada seluruh
atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya. Dalam sebuah peradaban pasti
tidak akan dilepaskan dari tiga
faktoryang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Tiga faktor itu adalah
pemerintahan, sistem ekonomi dan ilmu pengetahuan.
B. MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB
Manusia adalah makhluk yang beradab
sehingga mampu menciptakan peradaban. Peradaban tidak hanya menunjukkan papda
hasil-hasil kebudayaan manusia yang sifatnya fisik, seperti barang, bangunan,
dan benda-benda, tetapi juga mennunjukkan pada wujud gagasan, ide, dan prilaku
manusia yang tinggi, halus dan maju.
Manusia sebagai makhluk beradab juga
memiliki pengrtian bahwa pribadi manusia itu memiliki potensi untuk berlaku
sopan, berakhlak dan berbudi pekerti luhur. Manusia yang beradab mampu
menyeimbangkan antara cipta, rasa dan karsa untuk berbuat suatu kebaikan.
Sebaliknya, manusia yang tidak beradab adalah orang yang prilakunya tidak
sopan, tidak berakhlak dan tidak berbudi pekerti yang luhur.
C. EVOLUSI
BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
1. Evolusi
Budaya
Evolusi budaya merupakan gejala umum
yang terjadii sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi
sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selaluingin mengadakan
perubahan
2. Mesolitik (zaman batu madya)
Mesolitik adalah suatu priode dalam
perkembangan peradaban manusia. Pada zaman mesolitikum manusia hidup dengan berburu dann menangkap
ikan . namun pada masa itu juga mulai memilki tempat tinggal dan bercocok
tanam.
3. Neolitikum
(zaman batu muda)
Zaman neolitik merupakan zaman perkebangan
teknologi dari penggunaan batu menujju ke tembikar. Manusia mulai bercocok
tanam dan memelihara binatang ternak. Zaman ini bermula kira-kira abad 9500 SM
diTimur Tengah dan secara tradisional dianggap sebagai zaman terakhir zaman
batu.
4. Megalitik
( zaman batu besar )
Pada zaman ini manusia sudah dapat
membuat dan menigkatkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar.
D. DINAMIKA
PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA
Perkembangan kebudayaan yang telah
mencapai taraf atau tingkatan tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya
tercemin dari pola tindakan dan tingkah laku serta teknologi yang dikatakan
sebagai beradab dan mencapai peradaban yang tinggi . jadi, kebudayaan menyalami
evolusi dan evolusi kebudayaan yang mencapai taraf tinggi disebut dengan
peradaban.
E. PROBLEMA
PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA
1. Peradaban
Global Menciptakan Globalisasi
Evolusi kebudayaan merupakan proses
perkembangan secara bertahap dan berkesinambungan.
2. Problema
Peradaban Global
Tidak bisa dipungkiri bahwa pada peradaban
global yang menciptakan era globalisasi dewasa ini, dengan semakin
berkembangnya teknologi, terutama pada teknologi komunikasi, membuat
cakrawala/ilmu pengetahuan masyarakat semakin terbuka luas
BAB V
MANUSIA
KERAGAMAN DAN KESETARAAN
A. HAKIKAT
KERAGAMAN DAN KESETRAAN MANUSIA
1. Makna
Keragaman Manusia
Keragaman berasal dari kata ”
ragam” yang bearti “macam, jenis, warna, corak” . pada
prinsipnya, ada tiga macam istilah digunakan untuk menggambarkan masyarakat
yang beragam, yang trdiri dari ras, agama, bahasa, dan budaya yang berbeda.
Yaitu:
a. Masyarakat
plural
b. Masyarakat
majemuk
c. Masyarakat
majemuk
2. Makna
Kesetaraan Manusia
Kesetaraan berasal dari kata setara atau
sederajat yang bearti “sama tingkatannya”.
B. KEMAJEMUKAN
DALAM DINAMIKA SOSIAL BUDAYA
Keragaman dalam kehidupan sosial budaya
melahirkan masyarakat majemuk. Majemuk bearti “banyak ragam, beraneka,
berjenis”. Ciri utama masyarakat majemuk adalah : “hidup berkelompok yang
berdampingan secara fisik, tetapi terpisah oleh kehidupan sosial dan tergabung
dalam sebuah satuan politik”.
C. KEMAJEMUKAN
DAN KESETARAAN SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL BUDAYA BANGSA
1. Kemajemukan
Sebagai Kekayaan Bangsa Indonesia
Indonesia adalah bangsa yang majemuk,
baik etnik, agama, ras, golongan dan tingkat ekonomi, hingga gender. Keragaman
etnik menjadikan Indonesia negara yang paling heterogen didunia. Etnik
merupakan identitas sosial budaya seseorang. Artinya, identifikasi seseorang
dapat diketahui dari bangsa, tradisi, budaya, kepercayaan, hingga pranata yang
dijalani.
2. Kesetaraa
Sebagai Warga Bangsa Indonesia
Manusia memilki kesetaraan dalam arti
memiliki kesamaan kedudukan, hak dan kewajiban yang dijamin oleh Undang-Undang
Dasar 1945. DiIndinesia, pengakuan akan prinsip kesetaraan dan kesederajatan
secara yuridis diakui dan dijamin oleh negara melalui UUD 1945.
D. PROBLEMATIKA
KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN
1. Problema
keragaman dan solusinya
Keragaman yang ada dalam sebuah wilayah
memang merupakan suatu kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Keragaman
yang ada akan menimbulkan kemajemukan dan masyarakat yang terdiri dari berbagai
macam suku, agama, dan lain perbedaan lainnya disebut masyarakat majemuk.
2. Problem
Kesetaraan Serta Solusinya
Kesetaraan ini kadang menimbulkan
problema. Permasalahan yang muncul dan bertentangan dengan kesetaraan adalah
munculnya sikap dan prilaku untuk mengakui adanyapersamaan deraja, hak, dan
kewajiban antar manusia atau antar warga.
Solusi
untuk mengatasi problem kesetaraan ini antara lain:
a. Perlindungan
dan penegakkan HAM
b. Penghapusann
segala bentuk diskriminasi
c. Semua
orang dianggap sama
BAB VI
MANUSIA,
NILAI, MORAL, DAN HUKUM
A. HAKIKAT,
FUNGSI DAN PERWUJUDAN NILAI, MORAL DAN HUKUM
1. Hakikat
Fungsi dan Perwujudan Nilai
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia
tidak terlepas dari nilai.Pada hakikatnya, nilai berkaitan dengan anggapan
terhadap baik dan buruk atau pantas dan tidak pantas. Untuk menentukan sesuatu itu baik atau buruk pantas
atau tidak pantas harus melalui proses penimbangan.
Sesuatu dianggap bernilai apabila
sesuatu itu memiliki sifat sebagai berikut: menyenangkan( peasant) ,berguna (useful)
,memuaskan (satisfying) ,keyakinan (belief) ,menguntungkan( profitable), dan menarik(interesting). Artinya, sesuatu itu bernila
bila menyenangkan, berguna, memuaskan, menarik,menimbulkan keyakinan bagi
manusia terhadap nilai dari sesuatu itu.
Nilai itu sendiri terbagi menjadi dua,
yaitu nilai yang bersifat objektif dan bersifat subjektif.
a) Nilai
itu obejktif
Menurut aliran idealisme,
nilai objektif itu, ada pada setiap sesuatu. Tidak ada yang diciptakan di dunia
tanpa ada suatu nilai yang melekat di dalamya. Hanya saja kadang kala manusia
sendiri yang tidak atau belum tahu tentang dari objek tersebut.
b) Nilai
itu subjektif
Nilai suatu objek
terletak pada subjek yang menilainya. Misalnya, air sangat bernilai daripada
emas bagi orang yang tengah kehausan di panang pasir. Bahkan orang itu bersedia
menukar emas yaang iya miliki dengan sebotol kecil air. Padahal di tempat iya
berada sebelumnya ( misalnya di desa atau kota) , air adalah objek yang sangat
mudah diperoleh dan di anggap tidak seberharga emas dalam upaya memperolehnya.
2. Hakikat
, fungsi dan perwujudan moral
Moral
diartikan sebagai sikap, perilaku,
tindakan, kelakuan yang dilakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu
berdasarkan pengalaman, tafsiran,suara hati, serta nasihat, dan lain-lain.
Moral sama dengan etika, etik, akhlak,kesusilaan,dan budi pekerti.
Moral
berfungsi sebagai landasan dan patokan bertindak bagi setiap orang dalam
kehidupan sehari-hari di tengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan maupun
dalam lingkungan keluarga.
Moral
sebenarnya tidak dapatlepas dari pengaruh sosial budaya setempat yang diyakini
kebenarannya. Misalnya penggunaan pakaian-maaf- setengah telanjang bagi
perempuan diIndonesia muungkin akan dianggap melanggar aturan moral orang-orang
dari Timur, akan tetapi aturan ini bisa saja tidak berlaku bagi perempuan
diBarat yang sudah biasa melakukannya karena sudah menjadi kebiasaan mereka.
B. KEADILAN,KETERTIBAN,
DAN KESEJAHTERAAN
1. Hakikat
Keadilan
Keadilan adalah hakikat kebenaran ideal
secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Keadilan
merupakan cita-cita dan harapan yang mutlak untuk dicapai oleh setiap manusia
dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Hakikat
Ketertiban
Ketertiban berasal dari kata “tertib”
yang bearti aturan atau peraturan yang
baik (Kamus Besar Bahasa Indonoesia / KBBI, 2008). Dalam masyarakat yang
teratur, setiap manusia sebagai anggota masyarakat harus memperhatikan norma
atau kaidah, atau peraturan hidup yang ada dan hidup dalam masyarakat. Dapat
disimpulkan bahwa ketertiban membutuhkan norma atau aturan.
3. Hakikat
Kesejahteraan
Kesejahteraan atau sejahtera dapat
memiliki tiga arti yaitu sebagai berikut :
a. Dalam
istilah umum, sejahtera menunjukkan pada keadaan yang baik, kondisi manusia
dimana orang-orangnya dalam keadaan makmur, sehat dan damai.
b. Dalam
istilah ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda (materi)
c. Dalam
hubungannya dengan kebijakan sosial, kesejahteraan sosial menunjukkan
kejangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini adalah istilah
yang digunakan dalam ide negara sejahtera (welfare care)
C. PROBLEMATIKA
NILAI, MORAL, DAN HUKUM DALAM MASYARAKAT DAN NEGARA
1. Problematika
Nilai Berupa Pelanggaran Nilai
Nilai yang menjadi pegangan seseorang
atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah laku didalam kehidupan kelompok
tersebut, tentunya tidak akan terlepas dari tindakan-tindakan pelanggaran atas
nilai itu sendiri.
2. Problema
Moral Berupa Pelanggaran Moral
Sering terjadi problematika moral berupa
pelanggaran terhadap moral, antara lain, kasus perselingkuhan yang dilakukan
sejumlah guru, baik antar sesama guru maupun dengan siswa.
Pelanggaran moral dapat pula dilakukan
oleh seorang individu karena adanya pengaruh “figur otoritas”. Anak-anak
cenderung memilih figur orang tua sebagai panutan moral.
3. Problematika
Hukum Berupa Pelanggaran Hukum
Hukum diciptakan untuk ditaati demi
terwujudnya ketertiban dan ketentraman dalalm masyarakat. Akan tetapi,
pelanggaran hukum tetap saja terjadi akibat lemahnya kesadaran hukum
masyarakat.
BAB
VII
MANUSIA,
SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI
A. HAKIKAT
DAN MAKNA SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI BAGI MANUSIA
1. Hakikat
dan Makna Sains
Sains merupakan ilmu yang bersifat
teoritis, sehingga sains tidak memiliki wujud, dan hanya bisa dipelajari, dan
nantinya akan menghasilkan teknologi. Sains dikatakan sebagai ilmu karena sains
memenuhi unsur-unsur atau ciri-ciri dari suatu ilmu yaitu : sistematika,
adannya objek kajian, ruang lingkup, dan memilki metode yang diterapkan serta dikembangkan.
2. Hakikat
Teknologi
Dalam bahasa Yunani, teknologi berasal
dari kata “techne” dan “logia”. “techne” bearti seni atau
kerajinan, dan “logia/logos” artinya
ilmu. Sampai permulaan abad xx ini, istilah teknologi telah dipakai secara umum
dan merangkum suatu rangkaian sarana, proses dan ide disamping alat-alat dan
mesin-mesin.
3. Hakikat
Seni
Seni pada hakikatnya bisa dilihat dalam
intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni merupakan hasil ekspresi jiwa
manusia yang hasilnya berkembang menjadi bagian dari budaya manusia.
B. DAMPAK
PENYALAHGUNAAN IPTEKS PADA KEHIDUPAN
Pada saat ini perkembangan IPTEKS sudah sedemikian
pesatnya, bahkan telah berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung
bagi kehidupan manusia dan pengaruh tersebut menyankut pola pikir, pola kerja,
pola hidup maupun tingkah lakunya. Semestinya tinggi penguasaan terhadap IPTEKS
harusnya manusia semakin kritis dalam berpikir, semakin disiplin dalam bekerja,
dan semakin efisien dalam bertindak. Akan tetapi pada kenyataannya kebanyakkan
manusia justru merasa semakin dibuai dengan semua fasilitas dan produk yang
dihasilkan oleh IPTEKS tersebut.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa IPTEKS
memiliki dampak positif dan negatif. Secara umum, dampak positif dari kemajuan
IPTEKS adalah kemudahan dalam
beraktivitas. Sementara dampak negatif dari kemajuan IPTEKS adalah dapat
mengakibatkan masyarakat semakin terbuai, karena mereka hampir tak sadar bahwa
ternyata dirinya telah berada dalam situasi pola hidup komsumtif, hedonistik,
dan materialistik.
C. PROBLEMATIKA
PEMANFAATAN IPTEKS DIINDONESIA
Seperti yang telah disinggung sebelumnya,
pemanfaatan IPTEKS oleh manusia terutama dalam memudahkan pemenuhan kebutuhan
hidup. Contoh sederhana adalah dengan dikembangkan sarana transfortasi, manusia
bisa bergerak dan melakukan mobilisasi dengan cepat. IPTEKS memberi rahmat
dalam arti memicu kemajuan dan kesejahteraan. Namunn demikian pemanfaatan
IPTEKS oleh manusia dapat pula berdampak buruk bagi kehidupan dan lingkungan
hidup manusia itu sendiri. Gejala negatif itu sebagai akibat dari
penyalahgunaan, atapun tidak mampunya manusia dalam mengendalikan kekuatan teknologi
itu sendiri.
BAB VIII
MANUSIA
DAN LINGKUNGAN
A. HAKIKAT
DAN MAKNA LINGKUNGAN BAGI MANUSIA
Tuhan menciptakan segalnya termasuk lingkungan hanya
untuk memenuhi kebutuhan manusia, dan tugas manusia hanyalah menjaga dan
melestarikan lingkungan agar tidak berdampak pada perusakan lingkungan. Jika
lingkungan rusak dan punah, manusai pun akan mengalami kepunahan.
Pengertian dari lingkungan yang di tinjau dari
berbagai kajian ilmu. Dalam ilmu biologi, lingkungan adalah kombinasi antara
kodisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam, seperti, tanah,air,energi
surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam
lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan
bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan menurut ilmu
biologi ini terdiri dari komponen abiotik dan biotik.
Selanjutnya, jika dikaitkan dengan ilmu sosial
kemasyarakatann dan hubungan dengan manusia, lingkungan dapat dikatakan suatu
media dimana makhluk hidup tingga,
mencari dan memiliki karakter serat fungsi yang khasdan terkait secara
timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya.
B. KUALITAS
LINGKUNGAN DAN PENDUDUK TERHADAP KESEJAHTERAAN
1. Lingkungan
dan Kesejahteraan
Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan kepada
manusia agar menjadi manusia sejahtera. Pengaruh lingkungan terhadap
kesejahteraan manusia dapat ditinjau dari kembali dari sudut sejarah, dimana
pada zaman dahulu, dulu manusia cenderung untuk memilih lokasi lingkungan yang
strategis dan memiliki daya dukung untuk kehidupan, seperti memiliki sumber
mata air, lingkungan tepi sungai dan lain sebagainya, agar bisa meningkatkan
kesejahteraan hidup.
2. Penduduk,
Lingkungan dan Kesejahteraan
Penduduk memiliki hubungan yang erat dengan
lingkungan dan kesejahteraan penduuduk
merupakan orang-orang yang berdomisili atau tinggal disuatu tempat (lingkungan)
secara bersama-sama menyelenggarakan kehidupannya dengan jangka waktu lama.
Setelah tinggal menetap, penduduk mulai memikirkan untuk mengusahakan sesuatu
dalam rangka mencapai kesejahteraan hidupnya.
C. PROBLEMATIKA LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA YANG DIHADAPI MASYARAKAT
1. Problematika
Pengelolaan Lingkungan
Lingkungan dapat mengalami suatu
perubahan dalam proses interaksi dengan hidup manusia. Perubahan yang terjadi
pada lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan
karena berkurangnya fungsi dari sebagian komponen lingkukngan.
2. Problematika
Lingkungan Sosial Budaya
Problematika dalam lingkungan sosial
budaya masyarakat merupakan permasalahan karena menyangkut tata kelakuan yang
abnormal, amoral, berlawanan dengan hukum , dan bersifat merusak.
D. ISU
–ISU PENTUNG PERSOALAN LINTAS BUDAYA DAN BANGSA
1. Isu
Tengtang Lingkungan
Masalah
lingkungan mulai ramai dibicarakan sejak diselenggarakannya konferensi PBB
tentang lingkungan hidup distockholm, Swedia pada tanggal 15 Juni 1972.
Saat
ini masalah lingkungan cukup sering diperbincangkan. Sebagaimana telah
diketahui bersama bahwa lapisan ozon kini semakn menipis. Dengan terus
menipisnya lapisan ozon itu, sangat dikhawatirkan bila lappisan ozon ini tidak
ada atau menghilang sama sekalidari alam semesta ini.
2. Isu
Tentang Kemanusiaan
Manusia
adalah makhluk yang sempurna yang diciptakan oleh Tuhan didunia, sehingga
manusia memilki harkat dan martabat yang tinggi. Akan tetapi, harkat dan
martabat ini harus dijaga dan dilindungi agar tidak terjadi penindasan, baik
oleh manusia lain maupun oleh negara tempat bernaungnya manusia. Akan tetapi
berbagai problema tetap dihadapi oleh manusia sekuat apapun perlindungan
terhadap harkat dan martabat yang diberikan. Masih banyak manusia yang
keluarganya masih berada dalam bawah garis kemiskinan.
3. Isu
Tentang HAM.
Salah
satu konsep dan indikator yang menjadi parameter bagi pertumbuhan dan
perkembangan kemanusiaan diberbagai negara adalah menghormati Hak Asasi Manusia
daan nilai-nilai luhur kemanusiaan dengan seluruh dimensinya. Namun tragisnya,
pemerinntah-pemerintah hemegonik Barat
telah memanipulasi kebohongan sebagai fakta dengan cara mengeksploitasi media
dan mengarahkan opini publik untuk kepentingan tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Budi Juliardi. S.H, M.Pd. 2014. ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR. Bandung: Alfabeta