Senin, 14 November 2016

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR



BAB I
PENGANTAR ISBD

A.    HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP ISBD
1.      Hakikat dan Ruang Lingkup ISD dan IBD
ISBD merupakan gabungan dari ISD dan IBD. ISD merupakan suatu disiplin ilmu yang bertujuan untuk menanggapi masalah-masalah sosial, khususnya yang dihadapi masyarakat Indonesia. Sedangkan IBD merupakan suatu disiplin ilmu yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
2.      Hakikat dan Ruang Lingkup ISBD
Pada hakikatnya, ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu tersendiri, melainkan lebih merupakan kajian interdispliner. Mata kuliah ini meruapkan sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadian, kepekaan sosial, kemampuan hidup bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) serta mempunyai wawasan tentang perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS).

B.     ISBD SEBAGAI MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) DAN PENDIDIKAN UMUM
1.      ISBD Merupakan Kelompok Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
MBB adalah kelompok kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.
Sebagai mata kuliah yang termasuk dalam kelompok MBB, ISBD diharapkan bisa menciptakan peserta didik yang bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh  dalam kehidupan bermasyarakat.

2.      ISBD Sebagai Program Pendidikan Umum
Permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan diberbagai Negara didunia adalah bahwa proses pendidikan dewasa ini hanya mampu menciptakan para ahli yang handal, tapi tidak melahirkan para lulusan yang memliki integritas kepribadian. Pendidikannya cenderung hanya memahami manusia pada suatu aspek tertentu saja, sedangkan aspek- aspek lainnya diabaikan. Pendidikan seperti ini menghasilkan para lulusan yang pola pikir dan pola hidupnya bersifat materialistis dan berprilaku mekanistik. Untuk memahami, mamaknai, dan mengamankan nilai-nilai karakter.























BAB II
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

A.    HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
1.      Hakikat Manusia
Manusia adalah makhluk yang luar biasa kompleks dan sempurna yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan membekali manusia dengan akal dan dipersiapkan untuk menerima bermacam-macam ilmu pengetahuan dan kepandaian, sehingga manusia dapat berkreasi dan sanggup menguasai alam dan hewan melalui proses interaksi.
2.      Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Budaya
Manusia merupakan salah satu makhluk  ciptaan Tuhan yang ada dipermukaan bumi. Artinya, manusia bukan satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan.
Akal budi merupakan pemberian Tuhan dan sekaligus potensi dalam diri manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain.

B.     APRESIASI TERHADAP KEMANUSIAAN DAN KEBUDAYAAN
1.      Apresisiasi Terhadap Kemanusiaan
Kemanusiaan bearti sifat-sifat khas manusia sebagai makhluk yang tinggi martabatnya dan patut untuk diberikan apresiasi. Prinsip kemanusiaan mengandung arti adanya penghargaan dan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia yang luhur itu.




2.      Apresisiasi Terhadap Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta, yaitu Buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi dan akal) sehingga diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan budi dan akal. Sementara itu, Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (1964:113) mengusulkan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

C.     ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA
1.      Etika Dalam Berbudaya
Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu “ethos” yang artinya ajaran tentang baik dan buruk.
2.      Estetika Dalam Berbudaya
Estetika adalah ilmu pengetahuan berdasarkan pada kegiatan dari pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan panca indra.
D.    MEMANUSIAKAN MANUSIA
Memanusiakan manusia bearti perilaku manusia untuk senantiasa menghargai dan menghormati harkat dan derajat manusia lainnya.
E.     PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN
Kebudayaan yang dicipta kan manusia dalam kelompok dan wilayah yang berbeda-beda menghasilkan keragaman budaya. Perbedaan kebudayaan ini kemudian memunculkan ciri khas  dari sebuah wilayah yang mungkin saja tidak dimiliki oleh kebudayaan diwilayah lainnya.












BAB III
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL


A.    HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
1.      Manusia Sebagai Makhluk Individu
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seorang dikatakan manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu pada dirinya.
2.      Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk individu ternyata tidak mampu hidup sendiri, tetapi senantiasa bersama dan bergantung pada manusia lain. Menurut kodratnya, manusia adalah makhluk sosial, atau makhluk bermasyarakat yang membutuhkan perkembangan.
3.      Pentingnya Sosialisasi Bagi Manusia Sebagai Makhluk Individu
Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai makhluk individu, manusia tak bisa hidup sendiri. Manusia pasti sangat membutuhkan orang lain, sehingga manunsia disebut juga sebagai makhluk sosial.
B.     PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
1.      Peranan Manusia Sebagai Makhluk Individu
Sebagai makhluk individu, manusia berperan untuk mewujudkan hal-hal berikut :
a.       Mewujudkan harkat dan martabat yang mulia
 manusia diciptakan oleh Tuhan dengan memiliki harkat dan martabat mulia jika dinbandingkan dengan makhluk lainnya.
b.      Mengupayakan terpenuhinya hak-hak dasar sebagai manusia
Sebagai individu yang memiliki harkat dan martabat mulia, manusia menuntut pengakuan akan adanya hak asasi dalam dirinya.


c.       Merealisasikan segenap potensi dirinya untuk kesejahteraan hidup
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan dibekali bakat atau potensi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
d.      Menunut ilmu pengetahuan, merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakamuran dan kesejahteraan.
2.      Peranan Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Sebagai makhluk sosial, manusia berperan untuk mewujudkan hal-hal berikut:
a.       Melakukan interaksi dan menciptakan kehidupan berkelompok.
Manusia sebagai pribadi adalah berhakikat sosial. Manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bantuan dari manusia lain.
b.      Menciptakan norma yang mengatur kehidupan sosial.
Dalam kehidupan berkelompok, jika manusia tidak mampu berbuat adil dan menjaga harkat serta martabat manusia lainnya, akan tercipta ketidakteraturan.
c.       Mengupayakan terlaksananya kewajiban.
Jika dalam dimensi individu, muncul hak-hak dasar manusia sebagai manusia yang bebas, maka dalam dimensi sosial, muncul kewajiban manusia sebagai dasar untuk menghargai hak oranng lain serta mentaati norma yang berlaku dalam masyarakat.


C.     DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial merupakan faktor utama dalam kehidupan sosial. Dalam kehiduoan sehari-hari tentunya manusia tidak lepas dari hubungan antara satu dengan lainnya. Manusia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lainnya untuk dapat berinteraksi.

D.    DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU  DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT
Dalam kehidupan bermasyarakat, pasti akan tejadi permasalahan/ dilema antara melakukan kepentingan individu dengan kepentingan maasyarakat. Individualisme merupakan suatu faham yang memiliki pandangan bahwa manusia adalah makhlukk yang medeka dan bebas.















BAB IV
MANUSIA DAN PERADABAN

A.    HAKIKAT PERADABAN
Peradaban berasal dari kata  “adab” yang artinya akhlak, kesopanan, kehalusan budi pekerti, atau yang menunjukkan pada sifat yang tinggi dan mulia. Peradaban memilki hubungan yanng erat dengan “budaya” atau “ kebudayaan”. Hasil atau produk kebudayaan ini lah yang menghasilkan peradaban (Herimanto dan Winarno, 2010:64).
Peradaban dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk merujuk  pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya. Dalam sebuah peradaban pasti tidak akan  dilepaskan dari tiga faktoryang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Tiga faktor itu adalah pemerintahan, sistem ekonomi dan ilmu pengetahuan.
B.     MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB
Manusia adalah makhluk yang beradab sehingga mampu menciptakan peradaban. Peradaban tidak hanya menunjukkan papda hasil-hasil kebudayaan manusia yang sifatnya fisik, seperti barang, bangunan, dan benda-benda, tetapi juga mennunjukkan pada wujud gagasan, ide, dan prilaku manusia yang tinggi, halus dan maju.
Manusia sebagai makhluk beradab juga memiliki pengrtian bahwa pribadi manusia itu memiliki potensi untuk berlaku sopan, berakhlak dan berbudi pekerti luhur. Manusia yang beradab mampu menyeimbangkan antara cipta, rasa dan karsa untuk berbuat suatu kebaikan. Sebaliknya, manusia yang tidak beradab adalah orang yang prilakunya tidak sopan, tidak berakhlak dan tidak berbudi pekerti yang luhur.
C.     EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
1.      Evolusi Budaya
Evolusi budaya merupakan gejala umum yang terjadii sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selaluingin mengadakan perubahan

2.      Mesolitik  (zaman batu madya)
Mesolitik adalah suatu priode dalam perkembangan peradaban manusia. Pada zaman mesolitikum  manusia hidup dengan berburu dann menangkap ikan . namun pada masa itu juga mulai memilki tempat tinggal dan bercocok tanam.
3.      Neolitikum (zaman batu muda)
Zaman neolitik merupakan zaman perkebangan teknologi dari penggunaan batu menujju ke tembikar. Manusia mulai bercocok tanam dan memelihara binatang ternak. Zaman ini bermula kira-kira abad 9500 SM diTimur Tengah dan secara tradisional dianggap sebagai zaman terakhir zaman batu.
4.      Megalitik ( zaman batu besar )
Pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan menigkatkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar.
D.    DINAMIKA PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA
Perkembangan kebudayaan yang telah mencapai taraf atau tingkatan tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya tercemin dari pola tindakan dan tingkah laku serta teknologi yang dikatakan sebagai beradab dan mencapai peradaban yang tinggi . jadi, kebudayaan menyalami evolusi dan evolusi kebudayaan yang mencapai taraf tinggi disebut dengan peradaban.
E.     PROBLEMA PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA
1.      Peradaban Global Menciptakan Globalisasi
Evolusi kebudayaan merupakan proses perkembangan secara bertahap dan berkesinambungan.
2.      Problema Peradaban Global
Tidak bisa dipungkiri bahwa pada peradaban global yang menciptakan era globalisasi dewasa ini, dengan semakin berkembangnya teknologi, terutama pada teknologi komunikasi, membuat cakrawala/ilmu pengetahuan masyarakat semakin terbuka luas









BAB V
MANUSIA KERAGAMAN DAN KESETARAAN

A.    HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESETRAAN MANUSIA
1.      Makna Keragaman Manusia
Keragaman berasal dari kata ” ragam”  yang bearti  “macam, jenis, warna, corak” . pada prinsipnya, ada tiga macam istilah digunakan untuk menggambarkan masyarakat yang beragam, yang trdiri dari ras, agama, bahasa, dan budaya yang berbeda. Yaitu:
a.       Masyarakat plural
b.      Masyarakat majemuk
c.       Masyarakat majemuk
2.      Makna Kesetaraan Manusia
Kesetaraan berasal dari kata setara atau sederajat yang bearti “sama tingkatannya”.
B.     KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA SOSIAL BUDAYA
Keragaman dalam kehidupan sosial budaya melahirkan masyarakat majemuk. Majemuk bearti “banyak ragam, beraneka, berjenis”. Ciri utama masyarakat majemuk adalah : “hidup berkelompok yang berdampingan secara fisik, tetapi terpisah oleh kehidupan sosial dan tergabung dalam sebuah satuan politik”.
C.     KEMAJEMUKAN DAN KESETARAAN SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL BUDAYA BANGSA

1.      Kemajemukan Sebagai Kekayaan Bangsa Indonesia
Indonesia adalah bangsa yang majemuk, baik etnik, agama, ras, golongan dan tingkat ekonomi, hingga gender. Keragaman etnik menjadikan Indonesia negara yang paling heterogen didunia. Etnik merupakan identitas sosial budaya seseorang. Artinya, identifikasi seseorang dapat diketahui dari bangsa, tradisi, budaya, kepercayaan, hingga pranata yang dijalani.
2.      Kesetaraa Sebagai Warga  Bangsa Indonesia
Manusia memilki kesetaraan dalam arti memiliki kesamaan kedudukan, hak dan kewajiban yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. DiIndinesia, pengakuan akan prinsip kesetaraan dan kesederajatan secara yuridis diakui dan dijamin oleh negara melalui UUD 1945.
D.    PROBLEMATIKA KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN
1.      Problema keragaman dan solusinya
Keragaman yang ada dalam sebuah wilayah memang merupakan suatu kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Keragaman yang ada akan menimbulkan kemajemukan dan masyarakat yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan lain perbedaan lainnya disebut masyarakat majemuk.
2.      Problem Kesetaraan Serta Solusinya
Kesetaraan ini kadang menimbulkan problema. Permasalahan yang muncul dan bertentangan dengan kesetaraan adalah munculnya sikap dan prilaku untuk mengakui adanyapersamaan deraja, hak, dan kewajiban antar manusia atau antar warga.
Solusi untuk mengatasi problem kesetaraan ini antara lain:
a.       Perlindungan dan penegakkan HAM
b.      Penghapusann segala bentuk diskriminasi
c.       Semua orang dianggap sama








BAB VI
MANUSIA, NILAI, MORAL, DAN HUKUM

A.    HAKIKAT, FUNGSI DAN PERWUJUDAN NILAI, MORAL DAN HUKUM

1.      Hakikat Fungsi dan Perwujudan Nilai
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak terlepas dari nilai.Pada hakikatnya, nilai berkaitan dengan anggapan terhadap baik dan buruk atau pantas dan tidak pantas. Untuk  menentukan sesuatu itu baik atau buruk pantas atau tidak pantas harus melalui proses penimbangan.
Sesuatu dianggap bernilai apabila sesuatu itu memiliki sifat sebagai berikut: menyenangkan( peasant) ,berguna (useful) ,memuaskan (satisfying) ,keyakinan (belief) ,menguntungkan( profitable), dan menarik(interesting). Artinya, sesuatu itu bernila bila menyenangkan, berguna, memuaskan, menarik,menimbulkan keyakinan bagi manusia terhadap nilai dari sesuatu itu.
Nilai itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu nilai yang bersifat objektif dan bersifat subjektif.
a)      Nilai itu obejktif
Menurut aliran idealisme, nilai objektif itu, ada pada setiap sesuatu. Tidak ada yang diciptakan di dunia tanpa ada suatu nilai yang melekat di dalamya. Hanya saja kadang kala manusia sendiri yang tidak atau belum tahu tentang dari objek tersebut.
b)      Nilai itu subjektif
Nilai suatu objek terletak pada subjek yang menilainya. Misalnya, air sangat bernilai daripada emas bagi orang yang tengah kehausan di panang pasir. Bahkan orang itu bersedia menukar emas yaang iya miliki dengan sebotol kecil air. Padahal di tempat iya berada sebelumnya ( misalnya di desa atau kota) , air adalah objek yang sangat mudah diperoleh dan di anggap tidak seberharga emas dalam upaya memperolehnya.




2.      Hakikat , fungsi dan perwujudan moral
Moral  diartikan sebagai sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman, tafsiran,suara hati, serta nasihat, dan lain-lain. Moral sama dengan etika, etik, akhlak,kesusilaan,dan budi pekerti.
Moral berfungsi sebagai landasan dan patokan bertindak bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan maupun dalam lingkungan keluarga.
Moral sebenarnya tidak dapatlepas dari pengaruh sosial budaya setempat yang diyakini kebenarannya. Misalnya penggunaan pakaian-maaf- setengah telanjang bagi perempuan diIndonesia muungkin akan dianggap melanggar aturan moral orang-orang dari Timur, akan tetapi aturan ini bisa saja tidak berlaku bagi perempuan diBarat yang sudah biasa melakukannya karena sudah menjadi kebiasaan mereka.

B.     KEADILAN,KETERTIBAN, DAN KESEJAHTERAAN
1.      Hakikat Keadilan
Keadilan adalah hakikat kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Keadilan merupakan cita-cita dan harapan yang mutlak untuk dicapai oleh setiap manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
2.      Hakikat Ketertiban
Ketertiban berasal dari kata “tertib” yang bearti aturan atau peraturan  yang baik (Kamus Besar Bahasa Indonoesia / KBBI, 2008). Dalam masyarakat yang teratur, setiap manusia sebagai anggota masyarakat harus memperhatikan norma atau kaidah, atau peraturan hidup yang ada dan hidup dalam masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa ketertiban membutuhkan norma atau aturan.

3.      Hakikat Kesejahteraan
Kesejahteraan atau sejahtera dapat memiliki tiga arti yaitu sebagai berikut :
a.       Dalam istilah umum, sejahtera menunjukkan pada keadaan yang baik, kondisi manusia dimana orang-orangnya dalam keadaan makmur, sehat dan damai.
b.      Dalam istilah ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda (materi)
c.       Dalam hubungannya dengan kebijakan sosial, kesejahteraan sosial menunjukkan kejangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini adalah istilah yang digunakan dalam ide negara sejahtera (welfare  care)

C.     PROBLEMATIKA NILAI, MORAL, DAN HUKUM DALAM MASYARAKAT DAN NEGARA
1.      Problematika Nilai Berupa Pelanggaran Nilai
Nilai yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah laku didalam kehidupan kelompok tersebut, tentunya tidak akan terlepas dari tindakan-tindakan pelanggaran atas nilai itu sendiri.
2.      Problema Moral Berupa Pelanggaran Moral
Sering terjadi problematika moral berupa pelanggaran terhadap moral, antara lain, kasus perselingkuhan yang dilakukan sejumlah guru, baik antar sesama guru maupun dengan siswa.
Pelanggaran moral dapat pula dilakukan oleh seorang individu karena adanya pengaruh “figur otoritas”. Anak-anak cenderung memilih figur orang tua sebagai panutan moral.
3.      Problematika Hukum Berupa Pelanggaran Hukum
Hukum diciptakan untuk ditaati demi terwujudnya ketertiban dan ketentraman dalalm masyarakat. Akan tetapi, pelanggaran hukum tetap saja terjadi akibat lemahnya kesadaran hukum masyarakat.









BAB VII
MANUSIA, SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI

A.    HAKIKAT DAN MAKNA SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI BAGI MANUSIA

1.      Hakikat dan Makna Sains
Sains merupakan ilmu yang bersifat teoritis, sehingga sains tidak memiliki wujud, dan hanya bisa dipelajari, dan nantinya akan menghasilkan teknologi. Sains dikatakan sebagai ilmu karena sains memenuhi unsur-unsur atau ciri-ciri dari suatu ilmu yaitu : sistematika, adannya objek kajian, ruang lingkup, dan memilki  metode yang diterapkan serta dikembangkan.
2.      Hakikat Teknologi
Dalam bahasa Yunani, teknologi berasal dari kata “techne” dan “logia”. “techne” bearti  seni atau kerajinan, dan “logia/logos” artinya ilmu. Sampai permulaan abad xx ini, istilah teknologi telah dipakai secara umum dan merangkum suatu rangkaian sarana, proses dan ide disamping alat-alat dan mesin-mesin.
3.      Hakikat Seni
Seni pada hakikatnya bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni merupakan hasil ekspresi jiwa manusia yang hasilnya berkembang menjadi bagian dari budaya manusia.
B.     DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEKS PADA KEHIDUPAN
Pada saat ini perkembangan IPTEKS sudah sedemikian pesatnya, bahkan telah berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung bagi kehidupan manusia dan pengaruh tersebut menyankut pola pikir, pola kerja, pola hidup maupun tingkah lakunya. Semestinya tinggi penguasaan terhadap IPTEKS harusnya manusia semakin kritis dalam berpikir, semakin disiplin dalam bekerja, dan semakin efisien dalam bertindak. Akan tetapi pada kenyataannya kebanyakkan manusia justru merasa semakin dibuai dengan semua fasilitas dan produk yang dihasilkan oleh IPTEKS tersebut.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa IPTEKS memiliki dampak positif dan negatif. Secara umum, dampak positif dari kemajuan IPTEKS  adalah kemudahan dalam beraktivitas. Sementara dampak negatif dari kemajuan IPTEKS adalah dapat mengakibatkan masyarakat semakin terbuai, karena mereka hampir tak sadar bahwa ternyata dirinya telah berada dalam situasi pola hidup komsumtif, hedonistik, dan materialistik.

C.     PROBLEMATIKA PEMANFAATAN IPTEKS DIINDONESIA
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pemanfaatan IPTEKS oleh manusia terutama dalam memudahkan pemenuhan kebutuhan hidup. Contoh sederhana adalah dengan dikembangkan sarana transfortasi, manusia bisa bergerak dan melakukan mobilisasi dengan cepat. IPTEKS memberi rahmat dalam arti memicu kemajuan dan kesejahteraan. Namunn demikian pemanfaatan IPTEKS oleh manusia dapat pula berdampak buruk bagi kehidupan dan lingkungan hidup manusia itu sendiri. Gejala negatif itu sebagai akibat dari penyalahgunaan, atapun tidak mampunya manusia dalam mengendalikan kekuatan teknologi itu sendiri.

















BAB VIII
MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A.    HAKIKAT DAN MAKNA LINGKUNGAN BAGI MANUSIA
Tuhan menciptakan segalnya termasuk lingkungan hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia, dan tugas manusia hanyalah menjaga dan melestarikan lingkungan agar tidak berdampak pada perusakan lingkungan. Jika lingkungan rusak dan punah, manusai pun akan mengalami kepunahan.
Pengertian dari lingkungan yang di tinjau dari berbagai kajian ilmu. Dalam ilmu biologi, lingkungan adalah kombinasi antara kodisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam, seperti, tanah,air,energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan menurut ilmu biologi ini terdiri dari komponen abiotik dan biotik.
Selanjutnya, jika dikaitkan dengan ilmu sosial kemasyarakatann dan hubungan dengan manusia, lingkungan dapat dikatakan suatu media dimana makhluk hidup tingga,  mencari dan memiliki karakter serat fungsi yang khasdan terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya.

B.     KUALITAS LINGKUNGAN DAN PENDUDUK TERHADAP KESEJAHTERAAN
1.      Lingkungan dan Kesejahteraan
Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan kepada manusia agar menjadi manusia sejahtera. Pengaruh lingkungan terhadap kesejahteraan manusia dapat ditinjau dari kembali dari sudut sejarah, dimana pada zaman dahulu, dulu manusia cenderung untuk memilih lokasi lingkungan yang strategis dan memiliki daya dukung untuk kehidupan, seperti memiliki sumber mata air, lingkungan tepi sungai dan lain sebagainya, agar bisa meningkatkan kesejahteraan hidup.
2.      Penduduk, Lingkungan dan Kesejahteraan
Penduduk memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan dan  kesejahteraan penduuduk merupakan orang-orang yang berdomisili atau tinggal disuatu tempat (lingkungan) secara bersama-sama menyelenggarakan kehidupannya dengan jangka waktu lama. Setelah tinggal menetap, penduduk mulai memikirkan untuk mengusahakan sesuatu dalam rangka mencapai kesejahteraan hidupnya.

C.     PROBLEMATIKA  LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA YANG DIHADAPI MASYARAKAT
1.      Problematika Pengelolaan Lingkungan
Lingkungan dapat mengalami suatu perubahan dalam proses interaksi dengan hidup manusia. Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena berkurangnya fungsi dari sebagian komponen lingkukngan.
2.      Problematika Lingkungan Sosial Budaya
Problematika dalam lingkungan sosial budaya masyarakat merupakan permasalahan karena menyangkut tata kelakuan yang abnormal, amoral, berlawanan dengan hukum , dan bersifat merusak.

D.    ISU –ISU PENTUNG PERSOALAN LINTAS BUDAYA DAN BANGSA
1.      Isu Tengtang Lingkungan
Masalah lingkungan mulai ramai dibicarakan sejak diselenggarakannya konferensi PBB tentang lingkungan hidup distockholm, Swedia pada tanggal 15 Juni 1972.
Saat ini masalah lingkungan cukup sering diperbincangkan. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa lapisan ozon kini semakn menipis. Dengan terus menipisnya lapisan ozon itu, sangat dikhawatirkan bila lappisan ozon ini tidak ada atau menghilang sama sekalidari alam semesta ini.
2.      Isu Tentang Kemanusiaan
Manusia adalah makhluk yang sempurna yang diciptakan oleh Tuhan didunia, sehingga manusia memilki harkat dan martabat yang tinggi. Akan tetapi, harkat dan martabat ini harus dijaga dan dilindungi agar tidak terjadi penindasan, baik oleh manusia lain maupun oleh negara tempat bernaungnya manusia. Akan tetapi berbagai problema tetap dihadapi oleh manusia sekuat apapun perlindungan terhadap harkat dan martabat yang diberikan. Masih banyak manusia yang keluarganya masih berada dalam bawah garis kemiskinan.
3.      Isu Tentang HAM
Salah satu konsep dan indikator yang menjadi parameter bagi pertumbuhan dan perkembangan kemanusiaan diberbagai negara adalah menghormati Hak Asasi Manusia daan nilai-nilai luhur kemanusiaan dengan seluruh dimensinya. Namun tragisnya, pemerinntah-pemerintah hemegonik  Barat telah memanipulasi kebohongan sebagai fakta dengan cara mengeksploitasi media dan mengarahkan opini publik untuk kepentingan tertentu.


DAFTAR PUSTAKA
Budi Juliardi. S.H, M.Pd. 2014. ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR. Bandung: Alfabeta





Tidak ada komentar:

Posting Komentar